Tempat Wisata di Berlin Yang Populer dan Murah

Ada banyak sekali tempat wisata di Berlin, Jerman yang menjadi incaran turis asing saat singgah disana. Dengan luas wilayah 891,8 km/segi dan jumlah penduduk 3.49 juta jiwa di tahun 2015, menjadikan kota ini sebagai ibu kota Jerman sejak tahun 1994 silam hingga kini. Sebuah kota dengan dua wajah. Begitulah kesan yang disematkan baginya. Sejarah jantung Negeri Panzer ini terbilang heroik.

Tempat Wisata di Berlin

Pernah dipisahkan oleh dua ideologi bertentangan yang membidani perpecahan, serta pencetus dua perang global. Setelah semuanya usai, Berlin kini menjelma menjadi me tropolitan nan dinamis. Dengan beragam obyek yang ditawarkan serta rute­rute yang tak lazim bagi pejalan, inilah kota yang menjajikan petualangan, dari pagi hingga pagi lagi.

Stasiun Hauptbahnhof Yang Megah dan Modern

Stasiun Hauptbahnhof (Central Station) sebagai titik awal petualangan. Tidak seperti stasiun kereta di kota­-kota besar Jerman yang umumnya klasik dan berumur ratusan tahun, Hauptbahnhof Berlin ini amat modern, lebih menyerupai airport. Dari sini gunakanlah Strassenbahn (subway/metro) dan pilih turun di terminal Unter den Linden. Unter den Linden ini adalah kawasan yang menjadi jantung wisatanya Berlin sebab di sekelilingnya berdiri monumen­-monumen penting. Begitu keluar dari pintu terminal bagian timur, mata Anda langsung tertuju pada bangunan berupa gerbang kota yang terkenal dimana-­mana sebagai simbol Kota Berlin. Dialah Brandenburger Tor (Brandenburger Gate), sang garis waktu.

Gerbang Brandenburger di malam hari

Gerbang Brandenburger di malam hari

Nama Brandenburger Tor sendiri diambil dari nama kota Brandenburg yang tak lain adalah ibukota kerajaan Prussia. Gerbang ini dibuat sebagai simbol perdamaian dengan bagian puncak berhiaskan Quadriga, yakni patung dewi perdamaian, Eirene, mengendarai kereta kuda. Karena perannya sebagai simbol perdamaian itu, maka tak heran aksi­aksi solidaritas dan revolusi kerapkali tercetus di gerbang ini, termasuk momen reunifikasi Jerman.

Baca juga : Keindahan yang tersembunyi dikota Valencia

Berjalan melewati Brandenburger Tor, Anda dihadapkan pada tiga pilihan. Belok ke kiri menuju pusat bisnis, berjalan lurus menyusuri jalan raya Strasse des 17 Juni, atau belok kanan ke gedung parlemen. Logikanya, orang langsung memilih ke gedung parlemen, namun Anda bisa sejenak berbelok ke kiri, sebab hanya seratus meter dari Brandenburger Tor terdapat Holocaust Mahnmal (Holocaust Memorial).

Ini adalah area yang di design sebagai penghormatan bagi korban pembantaian Nazi Hitler. Holocaust Mahmal berwujud unik, dari balok­ balok beton dengan ketinggian yang variatif, sebagai lambang usia para korban. Tempat ini terbuka luas, dapat didatangi setiap saat, namun perlu diingat untuk tidak berdiri, duduk, atau loncat­-loncatan di atas balok­ balok ini. Kembalike arah Brandenburger Tor, lalu lanjutkan ke kanan, menuju Reichstag (Parliament building) alias Gedung DPR Jerman.

Di Jerman semua gedung parlemen, baik di ibu kota negara maupun pusat negara-negara bagian boleh dimasuki oleh siapa saja. Ini merupakan satu kebijakan khusus pemerintah Jerman, bahwa gedung parlemen adalah gedung rakyat, jadi semua warga berhak untuk masuk ‘rumah’ mereka. Asyik, bukan?

Keluar dari Reichstag ikuti terus jalan ke arah barat, sampai ke Kongresshalle (Congress Hall). Bentuknya sedikit menyerupai gedung Keong Mas Jakarta, dan di sini dulunya Presiden Kennedy melakukan pidato ‘Ich bin ein Berliner.’ Nama lain gedung ini adalah Haus der Kulturen der Welt (House of the Cultures of the World) lantaran berfungsi sebagai tempat pameran dunia serta pertunjukan seni budaya. Area di sekitar tempat ini dibuat sebagai paru­paru kota, makanya tampak hijau dan banyak pohon.

Gedung Congresshalle di Berlin

Mengikuti terus ke arah barat, tempat berikutnya yakni Schloss Bellevue (Bellevue Palace). Bercat putih dan dibuat dengan arsitektur Neo klasik, Schloss Bellevue adalah kediaman resmi Presiden Jerman. Memang presiden Jerman tidaklah seterkenal Kanselir (Perdana menteri), tapi tak ada salah­ nya bertandang ke kediamannya. Tidak jauh dari Schloss Bellevue, berdirilah Siegessäule (Victory Collum). Anda mungkin sudah bisa menilik monumen ini dari Brandenburger Tor. Ya, Siegessäule ini sering sekali muncul di media karena letaknya di tengah boulevard panjang
Strasse der 17. Juni.

Ibarat Patung Selamat Datang di Bundaran HI namun ukurannya cukup besar semegah Monas. Anda bisa naik ke puncaknya dan bertemu “Goldelse”, patung malaikat dari emas dengan tangan memegang tongkat dan mahkota. Siegessäule menjadi pusat kegiatan “Love Parade” dan kerap tampil dalam film maupun video clip.

Kudamm, Pusat kota Berlin Yang Tidak Pernah Sepi

Bagian bersejarah dari Berlin memang belum tuntas Anda jajaki. Namun, ada baiknya memberi jeda agar petualangan tidak terasa monoton. Olehnya, selepas Siegessäule, berbaliklah kembali ke arah Schloss Bellevue tapi pilih jalan berbelok ke kiri, melewati taman Englischer Garten, dimana terdapat terminal Metro Hansaplatz. Atau Anda bisa menyusuri jalan barat dari Siegessäule, lurus terus, terdapat terminal Metro Tiergarten. Dari kedua terminal ini, silahkan pilih arah menuju Kurfürstendam. Kurfürstendam atau lebih akrab disebut Kudamm ini adalah ba-gian modern dari Berlin. Identik dengan gedung tinggi serta pusat shopping.

Kudamm sering dijadikan sebagai tempat wisata gratis di Berlin bagi turis asing yang sekedar ingin melihat produk ternama keluaran terbaru tanpa harus membelinya. Kudamm ibarat Champs Elysees bagi Berlin. Di avenue sepanjang 3,5km tersebut terbentang deretan toko-toko barang merek terkenal. Jika pun tidak hendak berbelanja, window shopping tidaklah buruk sebab para designer terkenal punya butik di sini. Tentunya brand­ brand ternama Jerman hadir disini, misalnya Hugo Boss, Jil Sanders, Escada, Joop, Wunderkind, berdampingan dengan merek dunia lainnya. Kudamm juga tempat gerai-­gerai mobil buatan Jerman misalnya BMW, Marcedes Benz, Audi, Porsche, VW, memamerkan produk terbarunya.

Suasana Kudamm di sore hari

Menyusuri Kudamm lebih asyik lagi saat senja karena suasana akan penuh cahaya. Jangan lupa mampir ke salah satu monumen kenangan Perang Dunia II yaitu Wilhelm­Gedächtniskirche (Wilhelm Memorial Church), sebuah gereja yang hancur akibat dibom Uni Soviet dan yang tersisa adalah bagian kepala dengan menara tinggi yang puncaknya bolong. Di waktu-waktu tertentu ada pertunjukkan cahaya malam hari sehingga bagaikan gunung berapi yang sedang meletus.

Tujuan berikut adalah ke Postdamer Platz (Potsdam Square). Sebetulnya tidak jauh juga, tapi jika hendak menghemat waktu, gunakan Metro lagi di terminal Wittenberg­platz dekat Wilhelm­Gedächtniskirche. Area ini juga punya andil dalam sejarah kota Berlin, terutama perannya dalam membentuk Berlin menjadi kota metropolitan. Disebutkan bahwa wilayah Postdamer Platz dihuni oleh orang­-orang dari berbagai bangsa, pengungsi perang, yang diberi tempat oleh kaisar Prussia untuk bermukim disana. Tempat ini bisa dibilang cikal bakalnya komunitas Yahudi di Berlin, serta beberapa agama lainnya.

Melahirkan bisnis, perdagangan, dan diplomasi. Saat Perang Dunia pecah, Postdamer menjadi sasaran empuk karena faktor multi etnis dimanfaatkan sebagai isu demi mendapat perhatian dunia. Tembok Berlin juga melewati area ini dan sebagian dari tembok hingga kini tetap dipertahankan sebagai tugu peringatan. Ketika proyek pembangunan kembali digalakkan, banyak sekali protes yang datang karena area ini ingin dibuat seperti pusat­pusat bisnis yang sibuk dengan gedung tinggi laiknya di New York maupun Tokyo.

gedung perkantoran menjulang tinggi di Potsdam Square

gedung perkantoran menjulang tinggi di Potsdam Square

Tapi pemerintah tak bergeming, beberapa perusahaan mendapat izin untuk mendirikan menara tinggi disana. Hasilnya, Diamler Tower, Sony Center, dan Basheim mengukuhkan beton dan bangunan berkaca. Pada dasarnya orang Jerman tidak suka kota modern, jadi bangunan-­bangunan pencakar langit tidak diminati warga. Toh, demi kepentingan ekonomi serta bisnis, pemerintah harus kompromi, apalagi perusahaan-­perusahaan itupun mendanai sejumlah proyek rekonstruksi monumen bersejarah. Coba longok Sony Center, misalnya. Sudah jadi tempat favorit khususnya orang­-orang muda pengagum teknologi. Tempatnya hi­tech dan tidak pernah sepi sepanjang hari.

Checkpoint Charlie

Orang Berlin agaknya meyakini pepatah “Setelah malam, akan datang Matahari.” Ini terbukti dari suksesnya mereka merekonstruksi bangunanbangunan yang rusak akibat perang menjadi struktur yang kembali utuh. Dapat pula dikatakan bahwa orang Berlin berhasil membangun keanggunan dari luka. Untuk menelusuri jejak ‘luka yang terobati’ itu, beralihlah meninggalkan Postdamer Platz lalu langkahkan kaki ke timur melalui jalan Niederkirchner Strasse, lantas belok ke Kochstrasse. Di sini Anda bertatapan muka dengan Checkpoint Charlie, pos jaga bagi lalu
lalang di masa perang. Wisata di Berlin Jerman rasanya kurang greget kalau tidak mengunjungi Checkpoint Charlie yang penuh dengan sejarah perang. Sebetulnya ada beberapa pos jaga namun Checkpoint Charlie ini paling terkenal karena letaknya di tengah, pertemuan ketiga sektor Sekutu dan mengapit langsung tembok yang dijaga ketat tentara Uni Soviet.

dua orang prajurit sedang berjaga di pos Checkpoint Charlie

Dapat dikatakan bahwa Checkpoint satu ini sangat riskan terhadap kemelut. Di lokasi yang sama juga terdapat Mauer Museum (Checkpoint Charlie Museum), dimana dokumen masa Perang Dingin disimpan. Museum juga punya toko souvenir yang menjual barang­barang unik juga replika jaman perang, termasuk serpihan Tembok Berlin. Anda berminat membawa pulang? Gendarmenmarkt adalah tujuan Anda selanjutnya. Untuk kesana, cukup jalan kaki mengikuti jalan Friedrichstrasse kemudian jalan Markgrafenstrasse, kira­kira 10 menit. Orang Berlin sangat membanggakan alun­ alun yang satu ini, apalagi setelah usai direnovasi. Banyak pengunjung juga mengakui bahwa Gendarmenmarkt adalah salah satu square terindah di Eropa. Alasannya masuk akal, tempat ini berhiaskan tiga arsitektur nan rupawan, membentuk harmonisasi yang baik dan tata ruangnya telah dimatangkan sejak tahun 1600an.

Menara Tinggi Fernsehturm

Meninggalkan Gendarmenmark, sasaran berikutnya yakni Alexander Platz (Alexander Square). Karena sedikit berjarak, gunakan Metro di terminal Hausvogtei Platz, langsung di depan Gendarmenmark. Obyek pertama yang mencuri perhatian Anda setibanya disana sebuah menara tinggi dengan bola bulat di atasnya. Itu Fernsehturm (Television Tower) namanya, dan area ini lumayan ramai karena jadi tempat nongkrong anak-anak muda. Tidak sedikit wisatawan asing dan masyarakat setempat menyematkan tempat ini sebagai tempat wisata gratis terbaik di Berlin terlebih lagi bagi orang-orang yang suka berfoto lantaran di Fernsehturm tower ada banyak spot foto yang bagus

Fernsehturm Tower

Fernsehturm Tower

Selain Fernsehturm, Alexander Platz juga punya monumen Weltzeituhr (Worldtime Clock) dimana Anda bisa mengetahui perbedaan waktu di berbagai kota di dunia, termasuk Jakarta. Tidak ketinggalan terdapat sebuah gereja Abad Pertenghan, Marienkirche (St. Mary’s Church), dan di sampingnya terdapat kolam air mancur cantik, Neptunbrunnen (Neptune Fountain). Kolam ini menjadi jeda antara Marienkirche dengan Rotes Rathaus (Red City Hall), gedung parlemen pemerintah kota Berlin. Amat unik, terutama karena bangunannya yang awet, gedung ini cukup mencolok dengan warna merahnya. Jika masuk ke dalamnya melalui pintu utama, rasa nya seperti masuk istana saja.

Jika Anda ingin berbelanja souvenir atau produk­produk seperti pakaian serta asesoris berkualitas bagus tapi dengan harga yang dapat dijangkau, ada sebuah lokasi di Alexander Platz ini yang belakangan menjadi incaran banyak orang, namanya Primark. Tapi ingat, item­itemnya dijual terbatas, terlebih buat pria, dan pembelinya datang dari mana saja, jadi harus fokus mau beli apa. Primark ini a danya di Galeria Kaufhof Alexander Platz.

Mengapung di Sungai Spree

Tempat wisata sungai di Berlin yang paling terkenal dengan kecantikanya dan menjadi favorit wisatawan adalah sungai Spree. Berlin bukanlah kota air seperti Amsterdam atau Venesia. Namun percaya atau tidak, fakta menyebutkan bahwa jumlah jembatan yang melintasi sungai di Berlin lebih banyak daripada di Venesia. Ada lebih dari 900 jembatan yang melintang di atas Sungai Spree ! Ya, sama halnya Roma, Paris, London, atau Praha, Berlin juga dilintasi oleh sungai, dan angka 900 jembatan lebih itu sangat mencengangkan banyak orang. Maka kini orang kian menggandrungi tawaran wisata mengelilingi Sungai Spree dengan kapal maupun mendayung kano.

Sungai Spree airnya jernih dan tidak ada sampah

Dengan tarif mulai 12 Euro, trip mengapung di Sungai Spree diaktifkan oleh sejumlah kapal pesiar. Durasinya antara 1,5 – 2 jam dan penumpang akan mengeksplor Berlin dari ujung ke ujung, melewati banyak jembatan, dan singgah juga di istana megah Schloss Charlottenburg (Charlottenburg Palace).

Baca juga : Tempat yang paling romantis untuk Bulan madu di Asia

Mau memperoleh sensasi berbeda, boleh juga menggunakan kano atau kayak. Pilihan yang satu ini lebih memberi banyak petualangan karena Anda bisa masuk ke kanal-kanal kecil tersembunyi. Tur kayak terbaru dan sedang diminati kaum muda yakni kayak pada malam hari ‘Kreuzberg Night Kayak. Tur berlangsung kurang lebih dua jam dan Anda bakal terpesona oleh kelap kelip lampu malam sepanjang jalur nan tenang.

Santai-Santai di Pantai Strandbad Grünau

Berapa jauhkah Berlin dari pantai? Hampir seribuan kilometer. Sayangnya, pantai-pantai di pesisir utara Jerman tidaklah sebagus pantai-pantai di negara tetangganya. Namun kekurangan ini bukanlah penghalang bagi orang Berlin. Mereka menciptakan pantainya sendiri. Tidak percaya ada pantai di Berlin? Coba saja ke Strandbad Grünau. Letaknya 14 km dari pusat kota Berlin dan cuma butuh waktu 25 menit. Strandbad Grünau sesungguhnya danau dikelilingi pepohonan. Istimewanya dia yakni terdapat pasir putih yang cukup luas, menjadikannya mirip pantai. Banyak hal dilakukan disini. Dari sekedar santai, berjemur, atau main air, sampai petunjukkan musik dan penampilan para DJ. Orang Berlin termasuk masyarakat pencinta pesta dan selalu mengimpikan pantai.

Pantai Strandbad Grünau penuh pengunjung

Pantai Strandbad Grünau penuh pengunjung

Tak ayal jika datang ke tempat wisata Pantai Strandbad Grünau yang cantik di Berlin pada akhir pekan, serasa sedang berada di pantai-pantai terkenal Spanyol. Strandbad Grünau juga sering dijadikan sebagai tempat berkemah. Pengunjung boleh membawa perlengkapannya sendiri, bisa juga menyewa pada tempat rental disana. Anda tentu ingin mencoba hal baru, bukan? Di Jerman ada kebiasaan untuk berjemur atau tidur santai menggunakan Strandkorb. Ini tempat duduk yang dibuat menyerupai keranjang dengan kanopi di atasnya sebagai peneduh. Sejarah menyebutkan bahwa keranjang tidur ini diciptakan pertama kali 1882 oleh seorang penganyam keranjang bernama Wilhem Bertelmann dan telah menjadi salah satu hasil budaya Jerman.

Dunia Gemerlap di Berlin

Sebagai ibukota negara, Berlin tidak mau dikalahkan dalam hal persaingan gengsi dengan kota metropolitan lain di Jerman. Adakalanya muncul sinisme dari kota-kota yang menganggapnya sebagai rival, sebut saja Hamburg, atau Köln yang warganya tak bosan menyebut bahwa segala perbaikan dan renovasi di Berlin itu terjadi berkat dana dari Jerman Barat. Anda mungkin kaget, tapi kesan siapa yang ‘Timur’ dan yang ‘Barat’ itu masih terpercik hingga kini. Namun orang Berlin menerima santai olok-olokan itu. Warga kota ini me- miliki cara berpikir yang sa ngat bebas
dan terbuka. Satu hal lagi yang cukup membuat panas adalah kegemaran mereka dalam berhura-hura.

Berlin adalah kota yang terlihat kaku dari luar namun dibalik itu ia menjanjikan keliaran malam dan pesta Nocturnal tak berkesudahan. Di kota berlambang Beruang ini, terdapat begitu banyak tempat berpesta yang tidak Anda sangka-sangka lokasinya karena di siang hari mereka tampak mati, tapi akan memancarkan kehidupan begitu malam merambat datang. Bagi penggemar hiburan malam, Berlin telah dinobatkan sebagai jantung musik techno dunia. Buktikanlah sendiri di Watergate. Berada di Kreuzberg, tempat keren ini memanjakan matadengan pemandangan Sungai Spree di depannya dan permainan lampu di sekitar jembatan Obembaumbrücke yang legendaris.

Watergate punya dua lantai dengan kategori berbeda, tinggal pilih mana yang Anda sukai. Dia adalah kelab papan atas di Berlin.Mereka yang fajar menyingsing, silahkan merapat ke Club Der Visionaere. Tempat ini sangat nyaman dan juga berada di kanal dekat Sungai Spree.  Atmosphere disini lebih relaks karena posisinya yang adem. Dari sungai, Anda boleh pindah ke tempat yang dramatis yakni di atas bangunan tinggi, Weekend Club. Menguasai tiga lantai hingga bagian atas, Weekend Club memberi panorama kota Berlin yang sesungguhnya dari gedung
Haus Des Reisens di Alexander Platz. Yang lebih liberal dan mistis, kunjungi Berghain. Siap-siap saja untuk mengalami suasana yang mungkin belum pernah Anda lihat seumur hidup. Berghain bermegah dengan reputasi internasionalnya sebagai kelab techno yang liar.

Leave a Reply