Serunya 5 Hari Berkeliling Tempat Wisata di Jepang

Ini merupakan pengalaman pertama traveling ke negara Jepang. 5 hari berkeliling tempat wisata di Jepang meninggalkan kesan yang sulit dilupakan. Keindahan alam, budaya serta kota-kotanya yang sangat indah dan menarik untuk dijelajahi. Objek wisata di Jepang ada banyak sekali, hingga saya merasa 5 hari berada di negara sakura sangat kurang.

Tempat Wisata di Jepang

Waktu menunjukan jam 6.30 ketika saya tiba di Kansai International Airport, Osaka, Jepang. Sesuai itinerary, dari bandara saya melanjutkan perjalanan ke Arashiyama, Kyoto dengan Rapid Train yang berangkat jam 8.40. Stasiun kereta dengan bandara masih satu area, sehingga cukup mudah saat berpindah transportasi. Jarak dari bandara Kansai ke Arashiyama sekitar 115 km, ditempuh dengan kereta dalam waktu 2 jam. Di Arashiyama, saya mengunjungi beberapa objek yang katanya cukup populer di kalangan wisatawan antara lain Tenryuji Temple, jembatan Togetsukyo dan Gunung Iwatayama.

Tenryuji Temple

Tenryuji Temple

Tenryuji Temple

Lokasi Tempat Wisata terkenal di Jepang, Tenryuji Temple yang berada di distrik Sagano ini memiliki taman yang indah. Taman di belakang hall utama adalah salah satu taman tertua di Jepang, dekorasinya sama seperti saat didesain oleh Muso Soseki pada abad 14. Menuju kuil jalanannya cukup lebar dan melewati Sagano Bamboo Forest yaitu hutan bambu yang tumbuh subur, tertata rapi dan sangat rapat sehingga sinar matahari hanya sedikit yang tembus untuk menerangi jalan. Setelah melihat-lihat Tenryuji Temple dan makan siang, saya melanjutkan perjalanan ke Arashiyama Monkey Park dengan berjalan kaki. Saya melewati jembatan Togetsu-kyo, jembatan berumur sekitar 400 tahun. Jembatan yang memiliki panjang 155 meter ini menjadi simbol Arashiyama.

Gunung Iwatayama

Kera lucu yang berada di gunung Iwayatama

Gunung Iwayatama merupakan tempat wisata alam di Jepang yang tidak pernah sepi dari wisatawan. Cukup melelahkan mendaki di jalan setapak yang cukup curam menuju Arashiyama Monkey Park, di kawasan Gunung Iwatayama. Namun saat sudah sampai di viewing point, lelah yang dirasakan terbayar dengan pemandangan yang ditawarkan. Dari sini cukup jelas melihat keindahan Kyoto serta hutan dengan daun berwarna merah, jingga dan ungu. Di samping itu kita juga dapat berinteraksi dengan monyet-monyet yang sangat banyak di taman ini. Tak perlu khawatir, ada pawang yang berjaga mengantisipasi kenakalan monyet tersebut.

Universal Studio Jepang

Universal Studio Jepang selalu ramai pengunjung

Di hari kedua, saya mengunjungi Universal Studio Japan (USJ) di Osaka. Saya berangkat dari Kyoto dengan menggunakan kereta. Sampai di Osaka saya mampir dulu ke Kansai Tourism Information di kawasan Dotonbori yang terkenal itu. Di sini saya mendapatkan berbagai macam informasi mengenai prefektur Osaka, mulai dari kerajinan tangan, hingga tempat di mana kita bisa mencoba pakaian tradisional Jepang, Kimono. Sebelum meluncur ke Universal Studio Japan, saya sempat menikmati makan siang kepiting yang lezat dan segar di Kani Douraku, salah satu restoran yang khusus mm di Finnegan’s yang masih berada di dalam USJ. Harga tiket masuk Universal Studio Jepang Rp. 970.000 untuk satu orang dan bisa memesanya melalui aplikasi seperti Traveloka.

Gunung Rokko

Rokko Snow Park

Rokko Snow Park

Destinasi yang saya kunjungi di hari ke tiga adalah Gunung Rokko. Dari Osaka menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dengan menggunakan bus. Ada beberapa destinasi di Gunung Rokko, pertama saya mengunjungi Rokko International Musical Box Museum, di mana terdapat berbagai kotak musik yang sangat unik. Setiap harinya selalu diadakan pertunjukan 2 kali dalam 1 jam dengan masing-masing pertunjukan berdurasi 10 menit.

Baca juga : Destinasi wisata murah di Budapest, Hungaria

Berkendara kurang lebih 10 menit dari Musical Box Museum, tibalah saya di Rokko Snow Park. Di sini terdapat salju buatan yang bisa dijadikan tempat belajar snow boarding atau ski sebelum datangnya musim dingin di awal Desember dan berakhir di pertengahan Maret. Cukup menyenangkan meluncur dengan pemandangan yang indah saat menuruni bukit es. Pemandangan di sini sungguh memanjakan mata, kita bisa melihat Kota Osaka, dan Kobe. Bila cuaca mendukung, kita bisa melihat jauh ke tengah laut, ke arah Kota Sakai.

Kota Kobe

masjid di kota kobe

masjid di kota kobe

Saat melanjutkan perjalanan ke Kota Kobe, saya singgah di Masjid Muslim Kobe. Masjid pertama di Jepang yang didirikan Tahun 1928. Saya sempat bertemu dengan Imam Masjid ini, Imam Abdul Rauf. Beliau menyampaikan cerita unik, salah satunya adalah Masjid Muslim Kobe menjadi satu satunya bangunan yang masih berdiri dan selamat dari pengeboman pasukan Amerika pada perang dunia II. Tujuan selanjutnya adalah Museum Maritim Kobe dan Museum Kawasaki yang ternyata letaknya berdampingan, di sini kita bisa melihat sejarah dan perkembangan salah satu raksasa industri yaitu Kawasaki. Pada hari ketiga ini ditutup dengan menikmati makan malam khas Kobe di Aka Noren Restaurant, sajian daging sapi Kobe yang terkenal, empuk, lembut, dan juicy, benar benar melengkapi hari yang cukup panjang.

Kota Sakai

Hari terakhir wisata di Jepang, saya mengisinya dengan menyambangi Kota Sakai. Tempat yang saya kunjungi di antaranya Sakai City Hall, Sakai Risho No Mori, museum sepeda dan tempat pembuatan pisau. Dari lantai 21 Sakai City Hall, saya dapat melihat dan menikmati Kota Sakai dari ketinggian. Sementara di Sakai Risho No Mori, saya bisa mengenal tradisi upacara minum teh.

Upacara minum teh di Sakai Risho No Mori

Selanjutnya di Museum Sepeda, kita bisa mempelajari secara singkat sejarah sepeda dan perkembangannya, terutama sepeda di Kota Sakai yang di juluki City Of Bicycle. Saya juga sempat melewati Tomb of Nintoku Emperor, masyarakat setempat menyamakan tempat ini seperti piramida di Mesir. Menjelang sore saya berkunjung ke salah satu pembuat pisau yang cukup terkenal di kalangan chef internasional. Di sana saya melihat bagaimana pisau-pisau mahal dan andalan para chef dunia ini dibuat. Sakai City Traditional Craft Museum yang terdapat berbagai macam hasil kerajinan tangan Kota Sakai menjadi destinasi terakhir yang saya kunjungi.

Leave a Reply