Bikin Kagum !! Inilah Tempat Wisata di Ternate Yang Lagi Hits

Ternate mempunyai tempat wisata yang lengkap, mulai dari pantai, bangunan bersejarah, pemandangan alam dan kuliner. Bagi anda yang ingin jalan-jalan ke Ternate, inilah tempat wisata di Ternate yang lagi hits dan bikin kita kagum saat berada di sana.

Tempat Wisata di Ternate

Jika dilihat dari peta, pulau Ternate hanya berbentuk titik hitam yang hampir tidak terlihat. Untuk mengelilingi pulau yang eksotis ini, bisa di selesaikan dalam waktu satu hari saja. Ternate meruoakan kota kecil yang ramai bahkan aktivitas disini sampai 24 jam. Ada angkot yang beroperasi hingga pukul 22.00 WITA, ojek pangkalan dan sewa motor maupun mobil.

Benteng Tolukko Peninggalan Portugis

Kekayaan alam berupa rempah-rempah seperti pala dan cengkeh yang keberadaannya berlimpah disini itulah yang melatarbelakangi penjajah menjajah Ternate. Bukti peninggalan jejak kekuasaan pergerakan penjajah mulai dari Portugis, Belanda ada semua disini. Wisata pertama yang akan kita jumpai saat pertama kali keluar wilayah bandara adalah Benteng Tolukko. Apabila anda mencari tempat wisata bersejarah di Ternate, Benteng Tolukko harus masuk dalam daftar wisata.

sisa bangunan benteng Tolukko

Benteng Tolukko menurut saya adalah benteng tercantik di Pulau Ternate. Pelataran benteng berjejer pot dengan bunga berwarna-warni yang ditata rapi. Benteng ini adalah peninggalan Portugis yang terletak di Kelurahan Sangaji. Pemandangan saat kita berada di atas benteng adalah hamparan laut luas yang indah. Masuk benteng ini cukup membayar Rp 5.000,00 saja. Berlanjut lagi, sesampainya di Kelurahan Salero, kita akan mendapati Kediaman Kesultanan Ternate. Pemandangan di balik bangunan tua Kedaton Kesultanan Ternate yang masih dihuni sampai sekarang ini sungguh memesona. Dimana terlihat gagahnya Gunung Gamalama, gunung berapi yang masih aktif di pulau kecil ini.

Foto-Foto di Pantai Falajawa I

Selanjutnya bisa menuju arah landmark kota yang ada di pusat Kota Ternate. Sebelum mencapai landmark, kita bisa singgah di Masjid Raya Al Munawar yang merupakan masjid agung di Ternate. Disebelahnya tak jauh dari masjid, bisa dijangkau dengan berjalan kaki ada Taman Nukila. Di Taman Nukila ini kita bisa bersantai sejenak menikmati keindahan pantai dengan air yang masih sangat jernih. Tempat ini menjadi salah satu favorit warga kota beraktivitas dan bersantai, dan tentunya gratis.

spot foto di Pantai Falajawa I

Usai dari Taman Nukila kita lanjutkan laju kendaraan menuju tempat wisata pantai di Ternate, yaitu Pantai Falajawa I. Disinilah kita bisa berfoto dengan icon landmark Kota Ternate, berupa tulisan huruf abjad yang terbaca nama kota ini. Namun akan lebih baik lagi jika singgah di sini saat malam hari, karena landmark memiliki cahaya lampu yang akan membuat hasil foto lebih menarik, selain itu juga ada air mancur menari.

Air mancur menari yang berbalut bias cahaya lampu yang berwarna-warni baru dinyalakan malam hari diatas pukul 21.00 WIT. Jika berada disini sebelum matahari tenggelam atau saat pagi hingga sore hari, keunggulannya adalah kita bisa mengambil view berfoto landmark kota dengan background Gunung Kie Matubu yang ada di pulau sebelah tepatnya Pulau Tidore. Pemadangan di pusat kota ini sangat menarik, dimana selain terdapat pemandangan gunung berbentuk starto yang terlihat menjulang tinggi, juga terlihat gundukan bukit Pulau Maitara yang hijau memesona. Hamparan laut beserta kapal-kapal speed yang berderet di sepanjang laut membuat mata takjub.

Benteng Oranje, Situs Bersejarah Peninggalan Belanda

Jika kebanyakan tempat, saat ingin melakukan aktivitas snorkeling terlebih lagi diving, harus melakukan perjalanan laut dengan sewa kapal terlebih dahulu. Namun hal tersebut akan terbantahkan saat kita berada di sekitar Pantai Fala Jawa II. Di sini adalah salah satu spot diving dan snorkeling di Ternate yang mana kita bisa melakukan aktivitas ini mulai dari bibir pantai alias entry beach. Beranjak dari sini, bisa membelok arah terlebih dahulu melewati Pasar Gamalama menuju ke Benteng yang paling terkenal di Ternate yaitu Benteng Oranje. Benteng Oranje ini letaknya sangat dekat dengan Kesultanan Ternate. Hanya sekitar 5 menit dari sana. Tempat wisata murah di Ternate benteng Oranje ini bahkan sangat terkenal di mancanegara.

Benteng Oranje peninggalan belanda

Benteng yang merupakan peninggalan Belanda dan luas bangunannya adalah yang paling luas dibanding benteng-benteng lainnya yang ada di Ternate. Benteng ini juga menjadi situs penting sejarah bagi Indonesia. Setelah melewati Benteng Tolluko dan Benteng Oranje, ada juga Benteng Kalamata yang bentuk bangunannya mirip dengan Benteng Belgica di Banda Neira jika mengambil gambarnya dari udara. Sama halnya dengan Benteng Tolluko, Benteng Kalamata juga merupakan benteng yang dibangun oleh Portugis.

Benteng Kalamata ini juga sering disebut Benteng Kayu Merah karena letaknya yang berada di Kelurahan Kayu Merah. Benteng Kalamata dibangun tepat ditepi pantai. Berhadapan langsung dengan benteng ini terlihat pemandangan Gunung Kie Matubu dan Pulau Maitara menyapa. Di sisi belakang benteng lagi-lagi kita akan dapati pemandangan Gunung Gamalama yang gagah.

Selanjutnya, beranjak dari Benteng Kalamata, kita akan bertemu wisata sejarah lagi yaitu Benteng Kota Janji. Dari Benteng Oranje, Benteng Kalamata dan Benteng Kota Janji ini letaknya sejalur dan segaris. Dalam arti sekali perjalanan moda kendaraan akan melewati bangunan tua ini secara bergiliran satu per satu.

Hutan Cengkeh Gambesi di Ternate

Beranjak dari Benteng Kota Janji kita belokkan arah kendaraan yang kita tumpangi menuju Gambesi untuk singgah ke Hutan Cengkeh Mati yang begitu indah.

Hutan cengkeh gambesi

Rasa-rasanya saat melihat hasil bidikan kamera di lokasi ini, bukan seperti di Ternate melainkan seperti di wilayah Inggris saja. Pohon cengkeh mati ini tentunya tak tumbuh sehelai pun daun di pohon, dengan batang berwarna putih kehitaman. Tak jauh dari Hutan Cengkeh Mati ini terdapat wisata air terjun Gambesi yang masih jarang diketahui orang terlebih wisatawan.

Spot Foto Menarik di Laguna Ngade

Memutar arah kembali menemukan jalanan utama jalur jalanan kota Ternate yang sejalur dengan berbagai benteng yang telah ditemukan tadi, akan kembali kita temukan pemandangan menakjubkan di Laguna Ngade. Laguna ini banyak ditemukan warga yang sedang memancing ikan.

Jika kita mengambil view Laguna Ngade dari atas ketinggian, pemandangannya membuat mata basah, bibir tak henti mengucap syukur dan takjub melihat suguhan keindahannya. Jika ingin memiliki foto unik dengan background pemandangan menakjubkan tersebut, tersedia ayunan gantung di sana.

Spot foto paling bagus di Laguna Ngade

Namun kita harus siap merogoh kocek Rp 20.000,00 untuk bisa berfoto di ayunan gantung. Berlanjut lagi usai dari tempat ini ada pantai spot berfoto layaknya pemandangan pada selembar uang kertas seribu rupiah keluaran lama.

Baca juga : Wisata seru di pulau Maratua

Spot tersebut berada di Desa Fitu yang tak jauh dari Laguna Ngade. Ada penanda bahwa kita sudah memasuki Desa Fitu yaitu lukisan uang seribu di dinding pinggir jalan. Beranjak dari Desa Fitu bersiap menikmati suguhan wisata sejarah kembali. Kita akan singgah di Kelurahan Jambula untuk bertandang di Benteng Castella. Benteng yang dibangun oleh Portugis ini adalah sebuah reruntuhan benteng yang terletak di pesisir barat daya Ternate dan merupakan benteng kolonial pertama yang dibangun di Kepulauan Maluku. Tak jauh dari sini bisa dengan berjalan kaki terdapat Pantai Castella.

Pantai Castella adalah spot terbaik menikmati sunset di Pulau Ternate. Sunset sempurna yang begitu memikat hati. Bila anda mencari tempat wisata terbaik melihat sunset di Ternate, tidak ada salahnya coba singgah di pantai Castella. Tak jauh juga dari Kelurahan Jambula ini terdapat juga makam Sultan Babullah. Sultan yang memimpin Kesultanan Ternate yang mampu mengobarkan semangat masyarakatanya dalam melawan penjajah. Makam ini terletak diatas bukit Foramadiahi. Nama Sultan Babullah kemudian diabadikan sebagai nama bandara di kota ini. Jika ingin beristirahat sejenak di tepi pantai, singgah di Pantai Bobane Ici bisa dijadikan pilihan.

Pantai Bobane Ici

Jika pantai-pantai yang sebelumnya yang sudah disinggahi tak berombak dan sangat tenang. Lain halnya di pantai Bobane Ici ini. Pantai ini kita bisa menemukan ombak. Suasana teduh pepohonan akan membuat kita tak merasa kepanasan. Sampai di pantai ini berarti sudah mengitari setengah pulau.

Kisah Mistis Dibalik Keindahan Danau Tolire

Bersiap menuju wisata alam yang cukup legendaris di Ternate. Danau Tolire yang ada diceritakan di buku-buku legenda. Danau Tolire sangat tenang, airnya hijau tosca dengan background megahnya Gunung Gamalama karena memang danau ini terletak di kaki Gamalama. Danau Tolire ini ada dua yaitu Tolire Besar dan Tolire Kecil yang letaknya agak berjauhan dengan jarak sekitar 200 meter. Tentunya suguhan pemandangannya juga berbeda. Kali ini akan berjumpa dulu dengan Tolire Besar.

danau tolire

Luas Tolire Besar sekitar 5 hektare dengan kedalaman 50 meter dari permukaan air. Para pengunjung yang datang selalu penasaran dengan cerita mistis yang sudah termashyur dari mulut ke mulut dan juga tayangan televisi edisi jalan-jalan Ternate yang mana jika melempar batu ke permukaan air danau, batu tak akan pernah menyentuh air. Jika tolire besar untuk menikmati keindahannya dari bibir danau harus menaiki anak tangga terlebih dahulu dengan danau yang berbentuk cekungan besar, lain halnya dengan tolire kecil yang keberadaannya ditepi jalan raya dan langsung berseberangan dengan laut lepas. Hanya dibatasi dengan pasir pantai dengan kontur danau yang datar. Untuk masuk kawasan wisata Danau Tolire besar cukup membayar Rp 5.000,00, sedangkan untuk ke Tolire Kecil gratis.

Puas dengan pesona Danau Tolire besar dan Tolire kecil bersiap dimanjakan dengan pemandangan laut lepas dan teluk cantik yang berada di Pantai Jikomalamo. Disini juga merupakan sot diving lainnya di Ternate selain di Pantai Fala Jawa II yang sudah ada ada pada cerita saat awal memasuki Ternate. Jikomalamo sangat tenang airnya, sepi, hijau dan menenangkan. Teluk Jikomalamo berwarna hijau tosca cantik sekali. Bawah lautnya jangan tanya lagi, cantik sekali. Airnya jernih, terumbu karang jelas terlihat an warna air lautnya degradasi warnanya. Belum lagi view yang diperlihatkan di seberang laut terlihat Pulau Hiri. Keberadaan Pulau Hiri dari Jikomalamo sangat dekat. Jikomalamo selalu disesaki pengunjung setiap akhir pekan dan sore hari.

Banyak yang menjadikan tempat ini spot pilihan untuk berenang dan snorkeling. Nah selanjutnya kita bisa singgah ke tujuan berikutnya, yaitu Teluk Sulamandaha. Sama halnya Jikomalamo, Sulamandaha juga membuat mata kita takjub dibuatnya. Teluk yang berada di tempat tersembunyi namun akses ke lokasi ini mudah karena sejalur dengan Jikomalamo dan merupana jalur jalan raya berkeliling Pulau Ternate. Air disini seolah cermin. Memang bisa dibilang pantai-pantai di Ternate sebagian besar seperti cermin yang airnya begitu jernih. Sulamandaha ini juga meruakan spot diving dan tempat snorkeling terbaik di Ternate yang sayang untuk dilewatkan. Bagaimana tidak? Didalamnya terdapat lima ekor penyu besar yang siap menyapa siapa saja yang menyelam di teluk ini. Tentunya jika kita beruntung akan berjumpa dengan mereka.

Tempat yang juga sangat menenangkan untuk dijadikan pilihan mengasingkan diri dari kepenatan. Jika kita tak membawa atau mempunyai alat snorkeling, tenang saja, disini terdapat kios-kios yang menyewakannya dengan biaya mulai dari Rp 30.000,00. Untuk menyeberang ke Pulau ini aksesnya adalah dari pelabuhan penyeberangan Hiri yang tak jauh dari Pantai dan Teluk Sulamandaha ini. Harga tiket kapal penyeberangannya juga murah. Kapal kayu cukup membayar Rp 5.000,00 saja sedangkan kapal speed Rp 10.000,00.

Waktu tempuh 10-20 menit tergantung pilihan kapal yang kita gunakan. Masih belum habis keindahan Ternate? Belum guys… karena sebentar lagi kita masih bisa bertemu pantai berpasir panjang yang cantik. Pantai tersebut adalah Pantai Tobololo. Pasir panjangnya membuat kita betah bersantai disana. Terakhir kita akan menutup wisata alam Ternate dengan singgah di Batu Angus. Tempat ini adalah daerah bekas aliran lava Gunung Gamalama. Batu-batu berwarna hitam pekat seperti gosong yang melatar belakangi dinamai batu angus. Melaju dari tempat ini akan sudah dekat lagi dengan Bandara Babullah dan artinya sudah selasai mengitari Pulau Ternate dalam waktu seharian. Namun tentunya belum lengkap sebuah perjalanan jika tidak mencicipi menu khasnya.

Papeda Ikan, Makanan Khas Ternate

Makan papeda ikan, makanan yang terbuat dari sagu dan menjadi menu khas masyarakat Ternate. Atau menjadi pilihan lainnya adalah nasi lemang. Minumnya air guraka bertabur kenari. Di Ternate, jika ingin menikmati tempat wisata kuliner khas di Ternate yang lengkap dengan suasana alam yang asri dan menenangkan, kita bisa menuju ke Cengkeh Afo yang berada di Desa Marikurubu. Tentunya jadi penasaran dan ingin sekali berwisata di Ternate bukan? Tenang saja, disini semua sudut kotanya menyuguhkan makanan halal, karena hampir sebagaian besar masyarakat yang tinggal disana adalah muslim. Masjid-masjid di Ternate banyak sekali yang selalu dipenuhi jamaah setiap tiba waktu solat. Hampir seluruh tempat wisata untuk masuk masih free.

Makanan Papeda ikan

Kalaupun mengeluarkan uang hanya untuk parkir yang kisarannya mulai dari Rp 2.000,00 – Rp 5.000,00. Untuk biaya makan di Ternate, kebanyakan yang paling mudah dijumai adalah penjual menu ayam goreng atau ayam bakar dengan harga mulai dari Rp 15.000,00 per porsinya. Dan semua penjual menu masakan matang berupa ayam lalapan hampir semuanya adalah perantau dari Jawa. Ternate , pulau kecil yang menawan ini sungguh memberikan pilihan lengkap bagi wisatan.

Mulai dari gunung, air terjun, danau, laut, pantai, keindahan bawah laut, teluk dan benteng. Ditambah lagi seluruh jalanan di Ternate sudah bagus dan mulus semuanya sehingga membuat nyaman perjalanan anda. Dan sungguh, berkeliling pulau ini cukup satu hari bisa terselesaikan karena memang pulaunya cukup kecil. Pengalaman satu hari berkeliling Pulau Ternate saya lakukan dengan menggunakan sepeda motor sewa. Catatan pentingnya adalah jika ingin berkeliling Ternate seperti pengalaman saya ini tidak bisa jika dijangkau menggunakan angkutan umum/angkot.

Karena ada tempat-tempat wisata yang tidak dilalui jalur angkot dan tentunya tidak fleksibel waktunya jika menggunakan angkot. Sehingga tentunya jika ingin merasakan pengalaman seperti yang saya rasakan harus menyewa mobil atau motor. Sewa motor disini biasanya menyewa ke warga yang memiliki motor lebih dari satu. Saya juga menyewa motor warga yang memiliki motor berlebih. Kebanyakan adalah warga daerah Dufadufa yang menyewakan motor mereka. Perharinya mulai dari Rp 100.00,00 – Rp 150.000,00 tergantung yang menawarkan. Yuk siapkan ranselmu, berwisata ke Ternate, Kota 1000 Benteng. Pasti kamu akan semakin jatuh hati pada Indonesia.

Leave a Reply