Ingin Menenangkan Hati dan Pikiran ? Kunjungi Tempat Wisata di Tibet Ini

Tempat wisata di Tibet tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang bagus, namun ada beberapa tempat yang digunakan wisatawan lokal maupun manca negara untuk menangkan pikiran yang sedang kaca. Dimana sajakah tempatnya ? Tim wisataalam.co.id berhasil menemukanya dan akan diulas pada artikel ini.

Tempat Wisata di Tibet

Tibet berada di antara pegunungan Himalaya di sebelah selatan dan Kunlun Shan di sisi utara. Seolah ‘terjepit’ di lembah yang dalam dan menyisakan pemandangan langit biru di atasnya. Penduduk Tibet telah ribuan tahun terbiasa menghadapi kehidupan dengan lingkungan dan kondisi alam yang keras. Belum lagi terkait permasalahan politik dengan China yang tak kunjung usai. Namun hal tersebut tidak mengurangi antusias wisatawan manca negara untuk tetap berkunjung ke sana.

Ada semacam daya tarik yang dimiliki Tibet, mulai dari keindahan alam, pola hidup, kepercayaan masyarakatnya hingga ‘keheningan’ yang sulit dijumpai di tempat lain. Maka wajarlah, jika Tibet mendapat julukan Roof of the World. China menyebutnya denganWilayah Otonomi Tibet atau Xizang (baca: she-zhang) yang berarti rumah kekay- aan dari barat. Hal ini terkait dengan posisi nya yang berada di ujung barat China, tepatnya di selatan Wilayah Otonomi Xinjiang. Sementara propinsi Qinghai berada di arah timur laut. Ketinggian rata-rata dataran di Tibet adalah sekitar 4.000 m di atas permukaan laut.

Keberadaan gunung-gunung yang mengelililingi Tibet seperti Himalaya, Karakoram dan Kunlun menjadi semacam benteng kokoh yang sulit ditembus. Belum lagi danaudanau yang jumlahnya lebih dari seribu dan pegunungan yang menjadi sumber air beberapa sungai terkenal di antaranya Brahmaputra yang juga dikenal dengan Yarlung Tsangpo dan Indus serta Mekong. Beberapa tempat yang bisa Anda agendakan saat berkunjung ke Tibet adalah Lhasa yang menjadi ibukota, Shigatse dan Gyantse. Sedangkan untuk mendapatkan pengalaman luar biasa mungkin menjelajah Mount Kailash, Lake Namtso dan juga Yangpo River akan memenuhi harapan.

Baca juga : Wisata murah di Bremerhaven, cocok bagi kantong tipis

Hanya saja, Anda tidak diperbolehkan melakukannya sendirian. Aturan terkait izin perjalanan di Tibet memang tergolong ketat. Biasanya semua persyaratan akan diurus oleh agen perjalanan. Sampai tahun 1980-an Tibet belum secara resmi dibuka untuk wisatawan. Sayangnya, banyak warisan budaya di Tibet telah hilang. Tinggal beberapa yang masih bertahan dan kini ada biara-biara yang telah aktif kembali. Masyarakat Tibet sangat ramah dan sopan sehingga Anda merasa seperti berada di negeri sendiri.

Lhasa, Ibukota Tibet Yang Berada di Dataran Tinggi

Lhasa merupakan ibukota Tibet yang berada di ke tinggian lebih dari tiga ribu meter. Terdapat pusat sejarah agama Budha yang masih berdiri kokoh yaitu Potala Palace. Karena letaknya di dataran yang tinggi, tak jarang para pelancong yang paling sehat pun akan mengalami kesulitan bernapas saat berkunjung ke Lhasa pertama kali. Istana Potala merupakan kediaman utama Dalai Lama yang berukuran kurang lebih seratus empat puluh ribu meter persegi dengan ketebalan dinding sekitar tiga meter. Sebelumnya, istana ini menjadi monumen suci kaum Budha di Tibet yang ditandai dengan warna bangunan berwarna putih dan merah sebagai simbol Budhaisme.

Foto Potala palace dari bawah terlihat banyak anak tangga

Oleh pemerintah China, kini dijadikan sebagai museum dan masuk ke dalam daftar warisan dunia UNESCO pada tahun 1994. Bangunan putih atau Istana Putih yang rampung pada tahun 1694 pada awalnya digunakan sebagai tempat kegiatan administratif dan pendukung lainnya. Sedangkan bangunan merah atau Istana Merah biasanya menjadi tempat untuk ibadah dan kegiatan keagamaan. Delapan Dalai Lama dimakamkan di sini pula, selain itu terdapat stupa emas yang oleh umat Budha disucikan. Meskipun berukuran besar dan luas, karena alasan menjaga kelestarian, maka jumlah pengunjung dibatasi setiap harinya.

Kuil Tashilumpo di Sigatse

Tak hanya Lhasa yang memiliki tempat wisata religius di Tibet. Shigatse sebagai kota kedua terbesar di Tibet juga menunjukkan kehidupan biara dan para biksu yang tinggal di dalamnya seperti di biara Tashilumpo. Meskipun kegiatan ekonomi di sekitar biara terus tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih mo­ dern. Keberadaan hotel, rumah sakit restoran dan fasilitas lainnya mulai mewarnai suasana di sana. Sedikit kontras keadaannya di daerah sekitar kota Shigatse, di mana masih dijumpai rumah-rumah warga yang terkesan kumuh. Mungkin hal ini bisa tertutupi dengan kondisi lingkungan yang terlihat nyaman dengan jalan­jalan yang halus serta pepohonan di sisi-sisinya.

Di sanalah kuil Tashilhunpo yang merupakan kuil terpenting dari umat Budha yang beraliran Gelugpa berada. Pemimpin spiritual yang juga memiliki kedudukan kedua setelah Dalai Lama adalah Panchen Lama. Berkunjung ke biara-biara di Tibet dikenakan tarif kecuali bagi warga asli di sana. Untuk mengabadikan momen­momen di dalamnya dengan kamera pun memerlukan biaya lagi. Terkadang bagi sebagian wisatawan mengurangi ‘kenyamanan’ saat mengun junginya. Apalagi di biara Tashilhunpo terdapat patung Budha Maitreya yang terbuat dari emas, tembaga dan batu mulia lainnya. Dalam keyakinan umat Budha di Tibet, roh dari Dalai Lama yang telah wafat akan menitis ke dalam tubuh bayi (reinkarnasi). Sehingga sang bayi yang menjadi titisan tersebut harus ditemukan dan dikukuhkan sebagai Dalai Lama berikutnya oleh Panchen Lama.

Benteng Dzong di Gyantse

Kota terbesar ketiga di Tibert adalah Gyantse yang berada di sebelah tenggara Shigatse. Di kota ini terdapat Benteng Dzong yang terkenal dan menjadi pemandangan yang mencolok karena letaknya yang berada di atas bukit. Pada masa awal, Gyantse menjadi jalur ekonomi yang terhubung dengan wilayah di sekitarnya seperti, India, Nepal dan Bhutan. Kini Gyantse secara perlahan berubah seiring dengan pengaruh modernitas dari negeri China. Di mana beberapa gedung tinggi telah menghiasi jalan-­jalan di kota. Sedangkan rumah batu yang merupakan tempat huni penduduk asli mulai berkurang.

Benteng Dzong

Benteng Dzong

Namun, Anda masih bisa menjumpai toko yang menjual pakaian adat dan asesoris untuk kebutuhan acara ritual, Kota ini memang terkenal dengan perdagangan wol, jadi tak heran jika Anda banyak melihat berbagai pakaian yang berbahan dasar benang ini. Cobalah berkunjung ke kuil Pelkor Chode yang sudah berabad­abad umurnya. Anda akan menjumpai Pagoda yang luar biasa besar dengan tinggi sekitar tiga puluh meter.

Bentuknya yang unik dan memiliki makna tersendiri bagi umat Budha. Dinding bangunan sepertinya memang dirancang untuk bisa menyampaikan pesan-pesan religius dari ajaran Budha. Mungkin ada ribuan patung Budha yang tersimpan di kuil ini dan sayangnya setiap ingin memotret bersiap pula untuk membayar. Tapi mungkin tak seberapa jika dibandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang bisa kita dapatkan.

Puncak Gunung Kailas di Tibet Barat

Kegiatan religi bukan saja ada di perkotaan, ada pula yang dilakukan di alam seperti Mount Kailash yang dianggap suci. Banyak peziarah yang berkunjung ke sana, dengan keyakinan akan dihapuskan dosa dan mencapai nirwana jika berhasil mengelilingi gunung tersebut dalam jumlah tertentu. Gunung ini terletak di Tibet Barat dan menjadi salah satu puncak dari pegunungan Himalaya yang juga menjadi tujuan ziarah dari kalangan Hindu.

mount Kailas

Mount Kailas di tepi barat Tibet

Untuk sampai ke Mount Kailash harus menempuh jalur darat, biasanya melalui Kathmandu atau Lhasa. Memang sebuah perjalanan yang berat dan melelahkan. Tapi mungkin karena merupakan bagian dari ibadah dalam ajaran agama yang mereka yakini, hal tersebut tidak menjadi beban. Malah menimbulkan spirit tersendiri yang tak bisa didapatkan di tempat lain.

Danau Namtso

Tempat wisata religi yang ada di Tibet yang tak kalah menarik  adalah Lake Namtso yang dalam bahasa Mongol berarti Danau Surgawi. Keunikan danau ini disebabkan lokasinya yang berada di dataran yang ketinggiannya lebih dari empat ribu meter di atas permukaan laut. Sementara luasnya hampir mencapai dua ribu kilometer persegi. Airnya sangat jernih bagai kristal dan menjadi salah satu tempat suci sekaligus untuk beribadah umat Budha. Pemandangan di Lake Namtso tergolong unik, wisatawan bisa merasakan suasana yang menentramkan, seolah beragam imajinasi yang ada di benak muncul ke permukaan.

Danau Namtso

Air di danau Namtso sangat jernih

Saat melihat bebatuan yang terlihat seperti batang, terkadang mirip bentuk tubuh manusia dan sebagainya. Apalagi bertepatan dengan musim panas mulai bulan Juni hingga September. Berbagai hewan yang bermigrasi berkumpul di sini untuk bereproduksi. Hal ini menambah kehangatan yang alami tanpa campur tangan manusia dan menjadi semacam berkah yang diturunkan dari langit.

Gunung Everest

Tempat wisata gunung di Tibet, Everest, menjadi tempat yang sakral bagi umat Budha selama berabad­ abad. Pencarian akan hakikat kehidupan di dunia dan jalan menuju pencerahan bisa ditemukan di sini. Dengan kondisi alam yang luar biasa keras, di lereng Gunung Everest berdiri biara Rongphu dan Thyangboche. Meskipun banyak penduduk Nepal yang beragama Hindu, orang­-orang Sherpa yang hidup di lereng­-lereng gunung tetap mempraktekan ajaran Budha. Dalam ajaran Budha khususnya di Tibet memberi perhatian pada pelestarian dan penghormatan terhadap makhluk hidup merupakan semacam syarat untuk bisa mencapai pencerahan.

Puncak gunung Everest

Puncak gunung Everest

Dengan semakin berkembangnya jaman, kegiatan­-kegiatan ritual menjadi acara yang bisa disaksikan secara terbuka oleh siapapun. Hal ini terlihat dari jumlah wisatawan yang lebih dari tiga puluh ribu orang setiap tahunnya mengunjungi biara Thyangboche. Bagi kalangan Sherpa membantu para pendaki menuju puncak Everest sejalan dengan ajaran mereka. Karena mereka meyakini bahwa perjalanan ke puncak gunung merupakan bentuk pemuliaan dan pendekatan diri kepada Budha.

Akomodasi Menuju Tibet

Ada dua pilihan untuk mengunjungi Lhasa bisa melalui jalur udara dan darat. Penerbangan dari tanah air menuju Chengdu bisa menggunakan beberapa maskapai seperti: China Southern, Garuda, Silk Air, Air Asia, Singapore Airlines, dan Air China. Jika berangkat dari dalam negeri China beberapa bandara yang melayani rute ke Lhasa selain Chengdu antara lain: Diqing, Beijing, Chongqing, Xi’an, Yinchuan and Guiyang. Sedangkan bagi wisatawan yang tidak melalui China, hanya bisa melalui Kathmandu, Nepal.

Namun ada pembatasan untuk pembelian tiket ke Lhasa bagi pemegang paspor asing. Jadi wisatawan harus bisa mendapatkan agen yang mengurus izin perjalanan di Tibet. Rute lain menuju Lhasa menggunakan kereta api dari Beijing atau dengan mobil melalui jalur Kathmandu sejauh sembilan ratus kilometer. Perjalanan darat memang lebih disarankan bagi wisatawan yang memiliki waktu liburan yang lama, sehingga bisa melihat pemandangan fantastik yang tak akan dijumpai di tempat lain.

Leave a Reply