Wisata di Goa Pindul Yogyakarta & Harga Tiket Masuk

Iring-iringan kendaraan sewaan yang kami tumpangi bertolak dari kawasan Wijilan melintasi Jalan Raya Wonosari menuju Desa Bejihajo, Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul yang terletak 60 km dari pusat Kota Jogja atau sekitar 90-120 menit berkendara. Tujuan kami adalah Wisata Goa Pindul Yogyakarta. Sebuah destinasi plesir yang pancawarsa, terakhir menjadi buah bibir pelancong negeri. Matahari mulai bergeser dari sumbunya ketika kami tiba di desa itu. Semarak sebuah desa wisata perlahan mulai terasa, apalagi kami datang saat musim liburan.

Goa pindul yogyakarta

Persiapan Menyusuri Goa

Setelah membayar harga tiket masuk goa pindul Rp.35.000 per orang, kami lalu diberi life vest. Kemudian diarahkan untuk mencomot satu ban karet dari tumpukan yang tergeletak di pinggir jalanan desa. Dua barang ini adalah benda wajib pelancong yang ingin ber-cave tubing di Goa Pindul Jogja. Kami mengikuti langkah pemandu menuruni undakan, jembatan kecil dan jalanan tanah sebelum tiba di pintu masuk Goa yang terletak sekitar 150 meter dari loket.

Sebenarnya keberadaan Goa alami ini sudah lama diketahui, namun baru tahun 2010 resmi untuk kegiatan wisata. Dari catatan sejarah goa Pindul yang saya baca, jaman dulu Goa ini lebih dikenal untuk kegiatan spiritual seperti bertapa atau semedi. Sementara penduduk lokal lebih sering memanfaatkannya untuk mandi, mencuci pakaian ataupun memancing. Tempat rekreasi goa Pindul di Yogyakarta berada di kawasan perbukitan karst, 7 km utara Wonosari.

Panjang liang 350 meter dengan lebar hingga 5m. Sementara jarak permukaan air dengan atap Goa sekitar 4 meter. Kedalaman air cukup bervariasi, dari yang dangkal hingga terdalam 12 meteran. Sebuah palang beton sebagai penanda dipasang melintang di depan mulut Goa selebar 10 meter ini, berfungsi sebagai pengontrol debit air. Berbeda dengan Goa wisata pada umumnya, rongga Goa Pindul tidak dilengkapi penerangan. Usut punya usut, Goa ini dihuni kelelawar.

Susana di dalam goa Pindul

Pengelola khawatir, pemasangan lampu akan mengusik kehidupan satwa nokturnal yang aktif di malam hari saat mencari makan itu.Wisata Susur Goa ini sudah diakui man dilakoni segala usia. Standar keamanannya sudah baku. Apalagi tidak ada riak di dalamnya. Airnya mengalir tenang dan setiap rombongan akan ditemani 1-3 pemandu yang siap mengantar dan mengawasi. Selepas briefing, perlahan satu persatu kami mulai memasuki telaga kecil di mulut Goa. Dinding dan langitlangit rongga bumi ini masih nampak jelas karena matahari masih dapat menyeruak.

Namun setelah sekitar 10 menit mengapung, suasana berangsur menjadi remang-remang. Praktis kami hanya mengandalkan penerangan dari pemandu. Untung, cahayanya lumayan memadai sehingga kami tetap dapat melihat keindahan stalaktit Sebagian stalaktit masih aktif dan terus bertumbuh, meski hanya sekitar 1 cm per 10 tahun. Terbayang kan betapa lamanya pahatan alam yang sangat indah ini terbentuk.

Mitos Goa Pindul Ada beberapa versi mengenai legenda Goa ini. Salah satunya yang terukir di sebuah prasasti: Kisah Goa Pindul berawal dari peristiwa pembuangan bayi oleh utusan Panembahan Senopati. Sebelum dibuang, bayi itu dimandikan di dalam sebuah Goa. Saat dimandikan, pipi sang bayi terbentur batu. Karena itu, akhirnya Goa tersebut diberi nama Goa Pindul yang artinya pipi kebendul (terbentur).

Stalaktit Terbesar Ke-4 di Dunia

Stalaktit ini adalah yang terbesar ke 4 di dunia, ujar Tukino, seorang pemandu sambil menunjuk stalaktit besar yang menggantung dan menghujam hingga menembus permukaan sungai di tengah Goa. Warga lokal menjulukinya soko guru atau ‘tiangnya gunung’. Diameter pangkalnya mencapai 4 – 5 meter sehingga menyisakan rongga sempit yang hanya bisa dilewati satu ban. Untuk melintasinya tentunya harus antri satu persatu. Aneka mitos melekat dalam Goa ini. Ada stalaktit yang tetesan airnya diyakini dapat memberikan kecantikan dan awet muda. Tetesan itu dinamai Tetesan Mutiara.

Stalaktit besar yang terdapat di dalam goa Pindul

Stalaktit besar yang terdapat di dalam goa Pindul

Jika Anda ingin merasakan tetesannya, perlu sabar karena air itu menetes hanya 30 menit sekali. Stalaktit lain yang dipercaya punya kekuatan adalah sebuah bongkah batu bulat lonjong yang bila disentuh pria, akan menambah keperkasaan. Di luar semua mitosnya, keindahan Goa ini luar biasa. Salah satu sudut yang mengagumkan, stalaktit batu tirai. Batu ini pertumbuhannya melebar hingga membentuk seperti gorden. Cantik sekali.

Goa Vertikal di Dalam Goa Pindul

Iring-iringan terus menelusur. Di tengah Goa, ada sebuah ruangan besar dengan lubang menganga di atasnya. Goa vertikal ini disebut Goa Jumblong atau kadang warga menyebutnya sumur terbalik. Lubang itu membuat sinar matahari bisa menerobos masuk sehingga area ini terang benderang. Jika datang antara pukul 10 s/d 12, akan terlihat sederet garis mirip tirai putih menerobos ke Goa. Panorama fotogenik itu dihasilkan dari sinar matahari yang memancar masuk. Sayangnya kami tiba sudah terlalu sore sehingga tak dapat melihat fenomena itu. Pengunjung dipersilakan berhenti beberapa saat di tempat ini.

Lubang besar menyerupai mulut goa vertical di tengah perjalanan menyusuri goa pindul

Lubang besar menyerupai mulut goa vertical di tengah perjalanan menyusuri goa pindul

Beberapa rombongan di depan kami terlihat sibuk berenang dan berlompatan dari atas tebing batu di sisinya. Di atas Goa vertikal itu ada rumah yang sedianya digunakan untuk menarik walet yang tinggal di dalam Goa. Goa terbuka ini hanya berjarak sekitar 50 meter dari pintu keluar Goa. Tak heran sebagian pengunjung memilih meneruskan perjalanan dengan berenang keluar Goa. Lima menit kemudian, tiba di garis finish. Perjalanan dari masuk hingga keluar Goa, makan waktu sekitar 45 menit.

River Tubing di Kali Oyo

Petualangan belum rampung karena selepas dari wisata Goa Pindul daerah istimewa Yogyakarta, kami tergoda melanjutkan kegiatan berikutnya, river tubing di Kali Oyo yang dibanderol Rp. 45.000 per orang. Untuk mencapai aliran sungai yang berjarak sekitar 1 km dari situ, kami harus menaiki kendaraan sejenis pick up yang telah dimodifikasi. Bagian bak belakang dikelilingi pipa besi untuk pengaman penumpang. Warga biasanya menyebut angkutan ini dengan istilah “pajero” kependekan dari Panas Njobo Njero (panas luar dalam). Ini guyonan khas Jawa untuk mengekpresikan kendaraan sederhana
yang kondisinya berbalik 360 derajat dengan Mitsubihsi Pajero.

Perjalanan menuju titik start sebenarnya sangat dekat. Namun karena rute masih berupa jalanan tanah bergelombang dan di antara perkebunan minyak kayu putih milik warga, perjalanan perlu 10 menit. Seluruh penumpang yang berdiri di bak belakang harus rela diayun-ayunankan ke sana ke mari mengikuti kontur jalan. Alih-alih cemas. Semua orang justru semakin excited.

Air terjun yang ada di sungai oyo

Berbeda dengan sensasi di Goa Pindul, Kali Oyoadalah sebuah sungai terbuka dengan panjang sekitar 1.500 meter. Sungai ini dapat dilalui jika debit air mencukupi. Cara mengarunginya juga mirip dengan susur Goa yaitu menggunakan ban karet dan satu persatu menghanyutkan diri. Untuk pergerakan, pemandu akan menarik rangkaian gerbong ‘donat’ itu.

Susur sungai biasanya berlangsung sekitar 90-120 menit. Tadinya dikira akan banyak jeram yang dilalui. Nyatanya arusnya sangat tenang. Hanya ada sedikit riak air di titik lepas karena memang agak menurun dan dipenuhi bebatuan. Air sungai ini lebih bening dari yang di dalam Goa. Pemandangan di sekitar tepian sungai boleh dibilang sangat memanjakan mata. Mulai persawahan hingga deretan tebing batu karst yang tersusun rapi seperti pagar. Ditemani suara gemericik air, hanyut di sungai ini memang membuat betah.

Air Terjun Pengantin

Di Malang terdapat tempat wisata murah di Malang berupa air terjun Coban Kedung, jogja juga punya tempat wisata air terjun, yaitu Air Terjun Pengantin. Nah disanalah destinasi saya berikutnya. Setelah mengapung sekitar 1 jam, akan bertemu dua air terjun kembar yang dinamai air terjun Pengantin. Menurut Tukijo, masyarakat lokal mempercayai legenda tentang hubungan sepasang muda-mudi kasmaran yang tak direstui orang tua. Mereka lalu bertapa di tempat ini hingga akhirnya disetujui untuk menikah. Terlepas dari kebenaran legenda itu, air terjun ini memang highlight dari river tubing di Kali Oyo. Tak heran kerap menjadi sasaran pengunjung untuk berlama-lama bermain air. Tak terasa hari semakin sore. Kegiatan menyenangkan ini pun harus berakhir.

Air terjun pengantin tampak asri

Mobil “pajero” telah bersiap di titik akhir untuk mengantar kami kembali ke di Desa Bejiharjo. Kami benar-benar puas. Selepas berbilas, sejenak meregangkan kaki di dekat sebuah pendopo sekitar setengah jam-an. Sambil menyeruput teh hangat, matahari perlahan mulai tengelam di ufuk barat. Segera bergegas untuk kembali berkendara ke pusat kota sebelum gelap tiba. Jogjakarta dan sekitarnya sekali lagi membuktikan bukan hanya rumah bagi keindahan budaya dan kuliner menggoda. Tetapi juga menawarkan paras alam tersembunyi yang siap direngkuh. Bagi penyuka wisata petualangan, Goa Pindul sungguh layak dikunjungi. Very recommended !

Peta Menuju Goa Pindul

Saat akan ke tempat wisata goa Pindul di Yogyakarta sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, jangan angkutan umum. Desa wisata ini belum dapat diakses dengan kendaraan umum, jadi harus menggunakan kendaraan pribadi ataupun sewaan. Arahkan kendaraan dari Jogja menuju Jalan Raya Wonosari. Ikuti jalan itu hingga melewati Hutan Tleseh. Setelah melewati pertigaan Gading, kemudian pertigaan lampu merah, ambil jalan lurus menuju Kota Wonosari. Setelah melewati Tugu batas kota dengan tulisan “Selamat Datang”, 700 meter kemudian akan melihat Bundaran Siyono (perempatan yang ada air mancur di tengahnya). Ambil arah ke kiri, kemudian ikuti jalan aspal lebar sampai ada pertigaan. Belok ke kanan hingga lampu merah. Dari lampu merah ini lurus saja sampai ada pertigaan yang sebelah kiri ada gerbang Desa Bejiharjo. Belok kiri, kemudian ikuti jalan aspal terus hingga sampai lokasi. Jika menggunakan GPS, koordinat Gua Pindul adalah – 7.928505,110.647902.

Setelah membaca ulasan objek wisata goa Pindul di Yogyakarta diatas, tertarik juga untuk mengunjunginya dan ingin merasakan sensasi mengapung didalam goa yang gelap ? Segera atur jadwal liburan dan persiapkan juga kesehatan fisik ya.

Leave a Reply