Destinasi Wisata Murah di Bremerhaven, Jerman

Apabila mengunjungi Jerman di bagian utara, jangan sampai terlewat untuk menjelajah Kota Bremerhaven yang terkenal sebagai kota pelabuhan. Ada banyak sekali destinasi wisata murah di Bremerhaven yang menyuguhkan nuansa apik. Didirikan tahun 1827 di tepi Sungai Geeste dan bermuara Weser. Letak Bremerhaven sekitar 80 km dari kota Bremen dan dipisahkan oleh negara bagian Niedersachsen.

Didominasi oleh fasilitas pelabuhan, kota bercorak kelautan ini memiliki berbagai atraksi yang berhubungan dengan maritim. Meski kecil, Bremerhaven merupakan kota wisata yang mempunyai produk pelesir berbiaya murah. Contohnya, banyak museum atau atraksi lain yang menyediakan harga paket keluarga. Harga paket ini jauh lebih murah ketimbang harga tiket satuan.

Berpenduduk sekitar 120.000 jiwa, Bremerhaven sangat menarik karena banyak menyuguhkan tempat unik di pinggiran laut. Kenapa aku bilang unik, karena semua obyek wisata terletak di jantung kota dan dapat didatangi dengan berjalan kaki. Ada pelabuhan ikan, Museum Maritim Jerman, Technikmuseum U-boot Wilhelm Bauer dan kebun binatang di pinggir laut (Zoo am Meer). Salah satu eyecather bagiku, Hotel Atlantic Sail City. Bangunan hotel ini mirip dengan arsitektur ‘Burj Al Arab’. Dengan menggunakan, lift kita bisa naik ke atap hotel dan menikmati indahnya Kota Bremerhaven dari atas. Wow.. sesuatu banget memotret panorama dari spot ini.

Panorama Bremenhaven Dari Atas

Untuk mencapai aussichtsplattform Sail City dan menikmati pemandangan dari atap hotel itu, kita harus menggunakan lift. Dengan membayar family ticket (2 dewasa dan 2 anak) seharga €8 (Rp 121 ribuan), kita bisa masuk melalui pintu otomatis. Jadi orang tidak bisa sembarangan bebas naik ke atas. Lift hanya mengantar kita sampai ke lantai 20 dan jika ingin naik ke tempat yang lebih tinggi lagi (lantai 21, puncak ketinggian), kita harus mempergunakan tangga.

Pemandangan Bremenhaven Dari Atas hotel tempat saya menginap

Meski ada tulisan kapan saja boleh naik ke platform, petugas keamanan/operator tetap menyarankan untuk tidak ke atas, karena sering mendadak datang salju, hujan deras, dan badai. Untuk menikmati panorama di platform kita diberi limit waktu sekitar setengah jam (30 menit). Hm.. dalam hati aku berpikir siapa juga yang akan mengecek berapa lama kita berada di atas ya? Eh ternyata, di tiket terdapat chip yang berfungsi sebagai kontrol jika kita terlalu lama di atas.

Baca juga : Serunya 5 hari keliling tempat wisata di Jepang, kamu pasti iri

Melebihi waktu, pintu otomatis tidak berfungsi lagi dan kitapun akan ketahuan jika kita melanggar aturan. Ini indahnya hidup di jaman modern. O ya, secara official, pengunjung yang diperbolehkan ke atas berjumlah 199 orang saja. Tak terasa senja telah datang, dan saatnya kami mencari tempat untuk mengisi isi perut. Setelah muter-muter kota, akhirnya kami menemukan resto Asia yang menghidangkan berbagai macam menu ikan. Asik, perut kenyang dan hati puas. Namun, kami meninggalkan Bremerhaven dengan berat hati. Auf wedersehen Bremerhaven…

Pelabuhan Ikan Terbesar di Jerman

Pelabuhan ikan di Bremerhaven adalah pelabuhan ikan terbesar di Jerman. Tempat ini juga dikenal untuk bongkar muat kapal-kapal penangkap ikan dan juga tempat industri pengolahan ikan. Schaufenster fischereihafen atau etalase pelabuhan ikan adalah tempat yang wajib dikunjungi.

Suasana santai sore hari di pelabuhan Schaufenster fischereihafen

Suasana santai sore hari di pelabuhan Schaufenster fischereihafen

Bagaikan surganya penyuka hidangan serba ikan dan lagi murah. Banyak toko ikan, baik dalam kemasan atau ikan mentah, udang dan ikan asap. Produk populer di sini geräucherter seeaal (belut asap). Selain pasar ikan ada pasar tradisional juga menjual hasil bumi seperti kentang, sayur-mayur dan buah-buahan.

Tidak masalah jika perut masih kenyang dan belum ingin makan, kita bisa bersantai dekat dermaga sambil melihat kapal yang sedang bersandar dan aktifitas kecil nelayan setempat yang sedang mempersiapkan bekal untuk berangkat mencari ikan di malam hari.

Am Zoo Meer, Kebun Binatang di Tepi Laut

Di Bremerhaven terdapat kebun binatang kecil. Maksudku kecil karena tidak luas dan besar seperti kebun binatang yang sering kita lihat. Setahuku ini adalah satu-satunya kebun binatang yang letaknya di pinggir dan bersebelahan dengan laut. Harga tiket masuk juga relatif murah. Untuk family day ticket kami berempat hanya membayar €21 (atau sekitar Rp 320 ribu). Tidak mahal untuk hitungan tiket kebun binatang di dalam kota. Apalagi di situ terdapat taman-taman unik berstruktur batu-batuan besar. Kandang dan ruangan untuk binatang juga bagus, terawat dan bersih.

Am Zoo Meer Kebun Binatang di Tepi Laut

Am Zoo Meer Kebun Binatang di Tepi Laut

Untuk anak-anak, tersedia permainan yang membuat mereka termotivasi belajar lebih banyak tentang dunia hewan. Sebagian besar penghuni kebun binatang ini adalah hewan yang cocok di iklim dingin, seperti beruang es, pinguin dan anjing laut. Di situ, banyak pula akuarium besar berisi ikan indah warna-warni memikat hati. Singkat kata, walaupun kecil, kebun binatang ini cukup membuat puas pengunjung tua maupun muda. Enggak nyesal masuk ke situ.

Museum Maritim Jerman

Tempat ini merupakan museum pelayaran dan museum pelabuhan di Bremerhaven. Letaknya di antara bendungan Sungai Weser dan Alter Hafen (pelabuhan tua). Museum berluas hampir 8.000 meter persegi ini tergolong besar, lengkap dan tertata bagus. Memasuki museum ini bagaikan melakukan perjalanan sejarah maritim. Meski begitu, museum ini bisa dibilang modern, karena penataan lampu lampu indah. Di sebelah museum, terdapat koleksi kapal besar dan juga tempat penyimpanan barang barang antik. Bangunan ini menjadi satu dari 8 museum penelitian nasional di Jerman dan anggota dari Asosiasi Lebniz.

Replika kapal selam yang terdapat di dalam museum

Selain koleksi permanen seperti kapal dan barang antik, kita dapati pula arsip-arsip berupa gambar teknis, foto, file gambar, poster, diorama dan grafik. Di museum ini ada juga perpustakaan dengan buku sejarah maritim Jerman. Dengan tiket masuk yang masih terhitung murah. Lagi-lagi family ticket, kami berempat cukup membayar €14 (sekitar Rp 213 ribu). Serius, museum yang nyaman dan indah ini sangat recommended bagi penggemar museum.

Technology Museum Submarine Wilhelm Bauer

Museum Teknis Kapal Selam “Wilhelm Bauer” yang terletak berseberangan dengan Museum Maritim Jerman ini adalah monumen sejarah teknologi internasional. Ini merupakan museum kapal selam dengan tipe XXI dan hanya ada satu-satunya di dunia. Dibangun pada 1943 – 1944 sebagai inovasi perintis dan revolusi pembuatan kapal selam. Kapal selam Wilhelm Bauer yang awalnya U2540 ini adalah jenis XXI U-boat milik Angkatan Laut Nazi Jerman. Pada Januari 1945, kapal ini mulai dilansir ke air, namun belum melakukan aktivitas selama Perang Dunia Kedua. Baru pada akhir perang, kapal ini ditenggelamkan oleh awak kapalnya sendiri.

Replika kapal selam yang di pamerkan di luar museum

Tahun 1957 kapal selam tersebut diperbaharui dan pada tahun 1960 dipakai lagi oleh Angkatan Laut Jerman. Meski pernah tabrakan pada 1980 dan sukses direkondisi, kapal selam ini tidak dipergunakan lagi. Tahun 1982, kapal selam ini benarbenar dinonaktifkan dan sekarang, menjadi koleksi museum itu. Untuk mendapat gambaran yang nyata, ada baiknya menonton film “Das Boot” sebelum masuk ke dalam kapal selam berpanjang 76,70 meter dan lebar 6,60 meter. Karena jika hanya mengandalkan informasi pada panel-panel di dinding kapal, rasanya kurang. Kita bisa membayangkan, betapa sangat sempitnya ruangan di dalam kapal itu jika ketika beroperasi, kapal tersebut dimuati 58 orang. Sekarang pun ketika kapal ini parkir di dalam museum, kita juga merasa sempit sewaktu masuk dalam kapal itu. Bagi pengidap claustrophobia, mungkin lebih baik tunggu saja di luar sambil menikmati indahnya kota Bremerhaven.

Leave a Reply